Kamis, 13 April 2017

[REVIEW FILM] BEAUTIFUL MIND (2001)


nonton film ini bukan karena aku sedang candu nonton film -as i used to-, tapi karena aku merasa aku punya waktu luang untuk menonton. dan.... butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikan film berdurasi 2 jam lebih ini.

beautiful mind, aku dapet rekomendasi film ini dari page Zenius yang muncul di timeline facebook-ku. hal yang membuat aku tertarik adalah, terdapat semacam physicological thing di film ini, that's skizofrenia. pertama kali tau penyakit mental satu ini adalah dari sebuah drama korea yang berjudul 'it's okay, that's love', dan kemudian aku jatuh cinta dengan penyakit mental ini. kadang aku merasa psikologi itu menarik?

jadi, skizofrenia yang aku tau adalah, penyakit mental yang membuat penderitanya berhalusinasi, ia melihat sesuatu yang dianggapnya nyata, padahal untuk orang normal tidak ada.

aku sempat bertanya-tanya, apakah indigo adalah skizofrenia secara keilmuannya? mungkin adakah yang bisa menjelaskan?

beautiful mind bercerita tentang john nash, seorang matematikawan. dia berada dalam universitas yang bernama princeton university. jadi, semua matematikan atau scientist dikumpulkan dalam satu lingkaran yang mengharuskan mereka untuk bersaing membuat ataupun membuktikan teori-teori mereka sendiri. jadi, orang jenius berkumpul dengan orang jenius lain. coba bayangkan?

nah, john nash ini adalah yang aneh. dari body language ataupun ekspresinya, sudah mencerminkan bahwa dia aneh. terkadang dia mencoba suatu teori dengan melakukannya dalam kehidupan nyata, contohnya melihat burung-burung yang berjalan (saya sendiri tidak mengerti =))), dia juga menuliskan hitungan-hitungan rumusnya dijendela kamarnya di universitas (menurut saya ini adalah bagian yang indah).

dia bertemu dengan satu orang roomatenya, yang menurut saya datang tiba-tiba dengan keadaan mabuk (saya lupa namanya). namun, nash paling dekat dengan roomatenya ini, mereka sharing, dan si roomate selalu memberikan semangat kepada nash bahwa dia biasa, while yang lain mengejek keanehan nash.

nash sempat diragukan keberhasilannya oleh sang profesor, karena disaat semua temannya telah menemukan pemikiran mereka masing-masing, nash belum memberikan hasil apapun.

nash sempat menyerah, namun ia memilik roomate yang selalu menyemangatinya.

sampai akhirnya, ia berhasil mengumpulkan teori itu kepada sang profesor, hingga si profesor bilang, nash akan bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan manapun.

ditengah kisah, nath menjadi seorang profesor terkenal. ia dipanggil untuk menjalankan tugas penting, seperti memecahkan kode-kode, bisa melalui kumpulan angka, ataupun huruf. ia kemudian menjadi profesor di sebuah universitas -mengajar dengan keanehannya-, dan bertemu dengan alicia yang kemudian menjadi istrinya. namun sayangnya, ia menjadi sombong. nash hanya mau bergerak, ketika orang telah memuji kemampuannya.

jadi, ceritanya nash ini punya misi rahasia dengan komplotan dari rusia. dia selalu didatangi oleh laki-laki berjas dan topi hitam. pun setelah sekian lama, ia bertemu kembali dengan roomatenya ketika kuliah, namun roomatenya datang dengan keponakan perempuan.

nash mulai frustasi dengan janjinya pada komplotan rusia tersebut. ia mencoba memutuskan janjinya, namun ia merasa semakin didatangi oleh lelaki rusia berjas dan topi hitam yang sama.

sampai akhirnya, ketika ia sedang melakukan seminar, nash ditangkap oleh gerombolan orang yang salah satunya mengaku sebagai psikiater yang ingin mengajak nash bicara.

nash disuntik hingga tak sadarkan diri, kemudian ketika ia bangun, ia melihat sang roomate diseberangnya. ia mencoba berbicara dengan roomatenya, namun si psikiater tidak melihat siapa yang nash aja bicara.

akhirnya, nash didiagnosa mengidap skizofrenia.

dan ternyata, lelaki berjas-topi hitam, roomate dan sang keponakan perempuan itu adalah ilusinya belaka. nash sudah sejak lama mengidap skizofrenia. penyakit itu mulai timbul sejak awal perkuliahnnya.

nash mencoba sembuh dari skizofrenia itu. ia meminum obat agar ilusinya hilang.

bagian lucunya adalah, ketika nash bingung ia harus melakukan apa -disisi lain yang ia tahu hanya bekerja dan matematika adalah yang ia cintai-, sang istri menyarankan agar nash mencoba pergi keluar, atau berbicara kepada orang lain.

ketika nash selesai membuang sampah diluar, sang istri bertanya kepada nash dengan siapa ia barusan berbicara diluar? nash menjawab, bahwa ada tukang sampah diluar. namun sang istri mengelak, karena tidak ada tukang sampah datang di malam hari. namun kenyataannya, tukang sampah memang benar lewat rumah mereka dengan truk pengangkutnya. sang istri sadar, nash sudah sembuh.

namun, demi membahagiakan dan memenuhi kemauan sang istri, nash berhenti minum obat.

ilusi itu datang lagi. nash mulai menggila dengan pikirannya. ia kembali bertemu dengan pria berjas bertopi hitam, serta roomate dan keponakannya lagi. mereka terus berbicara kepada nash. sampai-sampai nash hampir mencelakakan bayinya dan istrinya.

pikiran nash adalah penyebab utama penyakitnya.

namun nash mencintai matematika.

ia terus berjuang dengan teori dan pembuktian-pembuktiannya. disaat semua teman seperjuangannya telah menjadi orang sukser, nash yang dulunya sempat dikenal sebagai seorang profesor harus mengulang pendidikannya di bangku kuliah.

ia harus menjalani hidupnya dengan dihantui oleh teman-teman ilusinya.

ia hidup dalam kegelisahan.

namun ia tetap meneruskan pendidikannya.

dari jaman lampau hingga modern, nash masih menjalankan pendidikannya. nash semakin aneh, wajahnya, rambutnya, bicaranya, bahkan jalannya yang sering dijadikan bahan olokan. ia semakin tua dan terlihat cacat.

namun ia masih suka menuliskan hitungan-hitungannya di jendela perpustakaan.

hingga suatu hari, seorang anak muda menghampiri nash dan berkata bahwa ia sudah membaca teori nash.

ia meminta nash untuk memeriksa teori-teori pembuktiannya.

nash mulai mengajarkan anak itu, dan anak-anak yang lain.

sang istri, dan sang sahabat -yang sekarang menjadi profesor nash- melihat hal itu, dan mereka terharu. nash sudah kembali normal dengan pikirannya.

pada akhirnya, nash diangkat menjadi dosen di princeton university.

sampe suatu hari, seorang bapak tua mendatangi nash, dan bilang bahwa nash akan dianugerahi penghargaan nobel. di umurnya yang sudah tua.

pada akhirnya, nash kembali dikenal, namun teman ilusi itu tidak hilang, mereka masih melihat nath dikejauhan.

nath bilang, mereka tidak pernah hilang. karena masa lalu, akan selalu menghantuimu

KESIMPULAN :

dari film ini saya mendapatkan banyak sekali kesimpulan. kesimpulan yang paling utama adalah, kita harus tau, bahwa kesuksesan itu ada apabila kita yang mencarinya. kita yang mencoba menghampirinya, tentu dengan usaha. dan kadang, kesuksesan itu tidak mudah diraih. contohnya nash, yang harus menghabiskan masa muda hingga tuanya hanya untuk mengumpulkan teori dan pembuktian, yang sampai membuat mentalnya terganggu, namun sebuah terbayar dengan penghargaan yang ia dapatkan pada akhirnya. yang mana, teori dan pembuktian itu bukan hanya sebuah kebanggaan untuk nash, namun juga bermanfaat bagi orang lain.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar