Jumat, 17 Februari 2017

Review dosen baru di semester baru. (PART 1)

assalamualaikum kawan-kawan semua.
semoga baik-baik saja yaaaa...

pukul 13:21.
langit tak begitu cerah.
langit mendung, dan jalanan becek.
akhirnya, magerlah saya, dan menyempatkan waktu kemalasan ini untuk menulis artikel.

seperti judul diatas, artikel ini akan berisi tentang kesan-kesan pertama saya tentang dosen baru dikelas saya pada semester dua ini.

saya anak yang cenderung suka melihat daripada bicara. padahal banyak sekali hal-hal yang ingin saya diskusikan dengan orang lain, tetapi terkadang saya malas untuk bicara, karena banyak orang yang tidak akan mengerti dengan topik pembahasan saya atau.... mereka tidak bisa memberikan respon alias diskusi terhadap topik pembicaran itu. sekedar "oh gitu."

jadi, saya mulai masuk kuliah pada hari jumat, 17 februari 2017. sebenarnya perkuliahan mulai hari kamis, tapi saya absen pada hari itu dan tidak ada yang perlu diceritakan.

pada hari jumat, hanya ada satu mata kuliah, yaitu anatomi dan fisiologi mata yang dosennya adalah seorang dokter mata sekaligus ketua yayasan, Dr. Ginting. jujur, saya sangat suka dengan dosen-dosen dokter saya. dulu, waktu semester satu saya sempat diajar Dr. Rosemarry dengan mata kuliah Anatomi, fisiologi, dan patologi umum. dan disemester 2 ini ada mata kuliah baru yang diajarkan oleh Dr. Ginting. kenapa saya suka? karena, mereka cenderung mengajarkan sesuatu dari pengalaman mereka sehingga menurut saya itu hal yang lebih menarik, dan ketika pulang, saya bisa bawa  ilmunya walau hanya sedikit.

pada pertemuan pertama, dokter ginting memperkenalkan dirinya sebagai seorang dokter mata. beliau tinggi, berkacamata, badannya kurus namun terlihat masih sehat. dan it was out of my mind that he's 80. but he still looks health and handsome. hehe. firstly, he told us about how he could be a doctor. dia lulus di sma sekitar tahun 56, dimana pada waktu itu universitas masih jarang.... sehingga di ijazahnya tertulis "diterima di semua universitas". kira-kira begitulah yang dia ceritakan, saya juga agak lupa. pada waktu itu, hanya sekolah pertanian (sekarang IPB), sekolah teknologi (sekarang ITB), dan UI. katanya sih ITB, IPB, dan UI dulu adalah satu. saya belum baca sejarahnya.

awalnya, beliau tidak mau masuk kedokteran, tapi karena di jurusan yang dia pilih tidak dapat asrama, akhirnya ia ditransfer ke jurusan kedokteran dengan beberapa teman sekolahnya yang juga masuk kedokteran. dia bilang, pada waktu itu biaya kuliahnya gratis, buku gratis, makan di asrama 2 kali sehari pun gratis, it was so different than now yang everything isn't free. we need money even much to run our life.

based on his story, bagi kami it sounds very cozy because everything was free. bahkan ketika sekolah diluar negeri pun gratis. beliau juga menceritakan pengalamannya sekolah di luar negeri, menjadi seorang teroris di malaysia, karena dulu ada anggapan bahwa malaysia dan indonesia adalah satu, dan malaysia harus direbut. sehingga beliau beranggapan sebagai seorang teroris karena berasal dari indonesia. beliau juga pernah dikirim untuk perang, sehingga beliau harus kehilangan sang kekasih karena jarang bertukar kabar, beliau dikira meninggal dan sang kekasih menikah dengan temannya sendiri. but he was saying "Alhamdulillah".

kenapa dia memilih jadi dokter mata? sebenarnya dokter mata bukanlah pilihannya, melainkan nasib yang diatur oleh dosen. haha. jadi waktu mau ngambil spesialis, sebenernya dokter ginting milih spesialis tulang, pokoknya tentang tulang, dan dia pengen motong-motong tulang gitu lah. eh....karena nilainya di bagian mata sangat baik, akhirnya dia nurut aja kata dosen ketika disuruh ambil spesialis mata. gitu sih katanya.

tentang pekerjaaan sebagai dokter mata, dia bilang dia udah biasa nyabut mata orang. jadi, orang udah meninggal, mata diambil, buat dikasih ke orang yang butuh transplantasi kornea. seremnya, dia bilang, dia tukang kumpulin mayat dan kemudian mencabut mata mereka. he he he

and then...... he told us about music. about famous singers he likes. stevie wonder, elvis presley, andre bochelli, the queen, dan satu lagu yang saya tau, bohemian rhapsody. he also told us about the meaning about the lyric of the song that can motivate us. so modern, because in his age, he still likes music, old music, exactly.

so far.... i truly interest about his medical experiences and his experiences of life. haha. i adore him, because he is a doctor, intelligent, and has so many experiences, and i like it like a lotttttt.

tentang materi.... dia tidak menjelaskan banyak, dan i don't really get it. dia hanya menjelaskan "Kapan kehidupan di Mulai?". yah... simple sih, dari hubungan sex seorang wanita dan pria yang sudah menikah, seorang suami istri, yang sudah sah status hubungannya, of course.

ketika ada sperma (berasal dari testis) bertemu dengan ovum (berasal dari ovarium) maka..... mereka akan........

mungkin kalian bisa cari referensinya di internet. maybe tentang proses awal kehamilan, atau pembuahan pada manusia. karena saya tidak cukup pintar untuk. hehe

seriously, sebenarnya masih banyak banget yang mau saya ceritakan, tapi berhubung saya masih ada hafalan dan harus belajar........

so..........mungkin sekian saja tulisan dan curhatan saya hari ini. sampai ketemu di artikel selanjutnya. see you next in the article!

wassalam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar